Hanya catatan kecil dari seorang pemimpi kecil

Rabu, 14 Januari 2015

Posted by banggundul on 00.58 in | No comments
Seringkali saat memainkan game di laptop/notebook saat mengunakan power baterai (tanpa sumber PLN) akan menjadi lambat, walupun segala cara telah dilakukan untuk mengatasi hal ini dari mengatur power plan menjadi high performance sampai menggunakan software tambahan tidak dapat menolong banyak. Hal ini seringkali membuat jengkel.  

Berikut akan dijelaskan alasan kenapa hal ini terjadi. Menjalankan GPU kinerja tinggi dengan kekuatan penuh ketika menggunakan baterai akan merusak baterai. Ambil contoh GPU mobile merek tertentu membutuhkan daya sekitar 75 W untuk beroperasi dengan kecepatan penuh, hal ini kecil dibandingkan dengan GPU mobile kelas tinggi yang membutuhkan daya hingga 122 W. Dan yang paling penting GPU bukanlah satu-satunya komponen yang membutuhkan daya seperti CPU sekitar 47 W belum lagi komponen lain seperti perangkat display, disk dan USB jika di total daya yang dibutuhkan laptop/notebook adalah 140 W sampai 200 W untuk menjalan game hal ini tergantung dari konfigurasi sistem.

Baterai laptop/notebook umumnya dapat menyimpan energi sebesar 60-80 Wh dan tidak dirancang untuk digunakan 2 kali lebih cepat dari kecepatan Wh-nya, penggunaa lebih dari 1 kali dari kecepatan Wh secara berkelanjutan dapat menyebabkan berkurangnya umur baterai. Terus memaksa menggunakan daya 150 W atau lebih dari 77 W baterai membuat menjadi panas atau bahkan dapat meledak. Sehingga sangat dianjurkan perangkat tidak membebani baterai berlebihan dan terus menerus.

Untuk menghindari kelebihan beban pada baterai, GPU biasanya mengatur clock speed menjadi lebih rendah ketika menggunakan daya baterai. Clock speed yang lebih rendah mengurangi konsumsi daya, selain itu perpindahan transistor menjadi lambat sehingga konsumsi pada CPU pun menjadi lebih rendah. Hal inilah yang menyebabkan laptop/notebook menjadi lambat ketika menggunakan baterai dan akan sangat terasa ketika memainkan game yang berat.

Sabtu, 10 Januari 2015

Posted by banggundul on 21.58 in | No comments
Beberapa orang sering mempertanyakan kenapa memilih LaTeX ketimbang menggunakan perangkat lunak pengolah kata seperti OpenOffice dan Microsoft Word.  Jawaban dari pertanyaan tersebut secara sederhana adalah dapat menghasilan dokumen dengan kualitas tipografi tinggi. Terutama untuk dokumen yang mengandung matematika, namun tidak sebatas matematika saja dalam bidang lain masih dapat mengimplementasikannya. 

Keunggulan lainnya adalah LaTeX secara jelas memisahkan konten dari format dokumen. Sehingga dapat fokus dengan 'apa' yang ditulis bukan 'bagaimana' tulisan itu tercetak dalam kertas. 

Beberapa alasan kenapa tidak harus menggunakan LaTeX.
  • Tidak memiliki waktu untuk memperlajarinya. Tidak seperti pada sistem yang diterapkan oleh perangkat lunak pengolah kata yang tinggal menunjuk kemudian klik. Butuh beberapa waktu untuk mempelajari LaTeX, walaupun panduan untuk mempelajarinya banyak tersedia di internet. Jika anda hanya memiliki waktu kurang dari 1 hari untuk menyelesaikan sebuah dokumen maka LaTeX bukan pilihan utama. 
  • Terlanjur sudah menulis. Jika sudah terlanjur menulis dengan program lunak pengolah data, sangat tidak efesien jika ingin 'mengubah' ke dalam bentuk LaTeX, walaupun hal ini bisa dilakukan.
  • Sangat peduli dengan tampilan dokumen. Jika lebih mengutamakan design dari dokumen (bukan isinya) maka LaTeX bukanlah pilihan utama, walaupun sudah terdapat banyak package yang bisa meyesuaikan tampilan dokumen.

Sabtu, 03 Januari 2015

Posted by banggundul on 00.16 in | No comments
Contoh image slider
Belakangan ini ketika mengakses sebuah situs baik itu berupa situs berita, situs belanja online, blog, ataupun situs resmi dari suatu produk kita seringkali mendapati  image slider otomatis pada situs tersebut. Mungkin beberapa orang menganggap bahwa image slider otomatis dapat membuat tampilan suatu situs menjadi lebih keren. Namun, pada kenyataannya hal itu tidaklah benar. Image slider otomatis hanya membuat situs menjadi 'keren' tapi informasi yang ingin disampaikan dari tujuan membangun sebuah situs menjadi tidak tercapai.

Alasannya, mata kita akan terfokus pada hal yang bergerak bukan informasi yang terkandung. Dan biasanya gambar bergerak dengan sangat cepat dan icon navigasi (jika ada) terlalu kecil. Hal ini tidak sesuai dengan aturan desain antarmuka yaitu pengguna (pemirsa) harus memiliki kontrol penuh terhadap konten yang ingin mereka baca.

Dulu beberapa situs seperti adobe yang menggunakan image slider otomatis namun sekarang telah berganti menjadi sebuah situs dengan tampilan statis dengan menampilkan pesan 'inti' dari tujuan situsnya.

Beberapa saran ketika membangun sebuah situs:
  • Jangan membabi-buta menambahkan image slider otomatis karena sedang tren.
  • Pertimbangkan untuk mencari cara terbaik untuk menampilkan tujuan dari situs bukan hanya meniru situs yang sejenis.
  • Fokus pada satu pesan yang statis dari tujuan pembuatan situs. 
Walaupun image slider otomatis tidak efektif namun diperkirakan hal ini tidak akan hilang dalam sekejap.

Sabtu, 22 November 2014

Posted by banggundul on 00.57 in | 1 comment
Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, begitu pula dalam hal pemilihan ukuran font. Pengukuran ukuran font memiliki banyak pilihan, namun pada umumnya satuan yang digunakan adalah pixel (px) atau point (pt). Hal ini menjadi masalah ketika satuan ukuran font diterapkan pada halaman web.

Terdapat dua jenis satuan ukuran font, yang pertama adalah ukuran font yang memiliki tinggi fix dan yang kedua adalah ukuran font relatif.  

Ukuran font tinggi fix:
  • inci (in)
  • centimeter (cm)
  • milimeter (mm)
  • point (pt)
  • pica (pc)
Font dengan satuan yang tetap biasanya kurang baik jika digunakan untuk halaman web.

Ukuran font relatif:
  • em (em)
  • x-height (ex)
  • pixel (px)
  • persentase (%)
Kebanyakan orang lebih suka menggunakan  point (pt) dan menganggap jika menggunakannya akan lebih presisi dan ketika dicetak hasilnya sudah sesuai. Namun, point (pt) akan berbeda jika diakses oleh mesin berbasis Windows dan Macintosh karena dua mesin tersebut memiliki perbedaan DPI. 

Sekadar saran lebih bijak untuk menggunakan satuan em atau persen (%) sehingga apa yang pembaca halaman web kita akan melihat seperti yang kita inginkan.

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter